Skip to main content

Motivasi dan Masa Depan


Savitka Adelia Putri dan Nevania Tsaabita Putri
Merekalah motivasi terbesar dalam hidupku. Iya, anak-anak ku yang cantik-cantik, tanpa mereka aku bukan siapa-siapa, karena mereka aku selalu berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, dengan mereka aku menjalani kehidupan ini lebih berwarna. Dan merekalah salah satu alasan aku untuk mencari penghasilan dari rumah, demi masa depan mereka yang cerah. Amin.

Demi masa depan anak-anakku lah kenapa aku kepengen banget punya penghasilan sendiri. Sekarang harga buat dunia pendidikan makin lama bukan makin murah tapi makin muahal. Untuk saat ini dengan mengandalkan suami gajiku saja, kami masih bisa mengcover kebutuhan keluarga kami.Tapi siapa yang tau apa yang akan terjadi sepersekian detik ke depan, Tidak ada yang tau, itu hanya untuk sepersekian detik ke depan dari waktu sekarang. Bagaimana dengan satu jam kemudian, sehari kemudian, sebulan atau sekian tahun kemudian?Tapi itu tidak usah terlalu dipikirkan...hehe..

Karena menurutku,yang penting untuk sekarang adalah segera action,ambil langkah berani demi masa depan anak-anak. Setelah menimbang, menghitung, menelaah akhirnya aku putuskan untuk segera mencari suatu usaha yang bisa aku kerjakan dari rumah tanpa meninggalkan kewajiban ku sebagai seorang ibu.  Oriflame dan dbc networklah yang menjadi pilihan aku. Oriflame dengan success plannya yang membuat aku tertarik untuk bergabung di bisnis MLM ini. Dbc network dengan sistem yang berbasis jaringan internetnya menjadi pilihanku dalam mengembangkan bisnis ini.

Kenapa MLM? Bukankah kalo orang mendengar MLM kebanyakan pada alergi? Itu juga pertanyaan yang selalu keluar dipikiranku sebelum aku bergabung di bisnis MLM ini. Pertimbanganku adalah pertama mengenai modal, jika kita ingin memiliki sebuah bisnis modal yang diperlukan tentunya tidak sedikit. Nah, di oriflame kita hanya memerlukan 49.900 rupiah saja, kita sudah memiliki bisnis yang sangat luar biasa tantangannya. Ke dua mengenai sistem, bisnis yang bagus itu harus punya sistem pendukung yang bagus juga. Dan untuk tahu apakah sistem yang ada di sebuah bisnis bagus, harus ada pembuktian mengenai sistem itu selama bertahun-tahun. Oriflame didirikan pada tahun 1967 dan di tahun 2013 perusahaan ini masih berkembang. Jadi mengenai sistem perusahaan kecantikan international ini otomatis sudah terjawab. Ketiga faktor penentu sukses ada di dalam diri kita sendiri. Mau sistemnya sebagus apa, pendukung bisnis secanggih apa, tetep faktor penentu suksesnya sebuah bisnis ada di diri sendiri.

Ketiga hal di ataslah yang menjadi pertimbanganku untuk join di oriflame. Sekarang aku sudah action demi masa depan anak-anakku, Hasil akan mengikuti seiring dengan kerja keras kita. Jadi sebelum terlambat segeralah action demi impian-impian besar kamu. Masa depan tidak ada yang tau teman ^^.

#demi masa depan

Comments

Popular posts from this blog

Obat TB Gratis, Berobat Yuk

Ketakutan itu masih sering menghantui hari-hariku. Selama Tuberkulosis masih menjadi momok bagi dunia kesehatan, sepertinya susah untuk pura-pura mengatakan aku  rapopo  . Kemudahan penularan dari penyakit akibat kuman Mycobacteriun Tuberculosis salah satu sebabnya.  Beberapa hari yang lalu, bayang-bayang ketakutan itu kembali menghantuiku. Sebut saja mama Riska, beliau adalah pekerja paruh waktu di rumahku. Karena kondisi kesehatan yang menurun, beliau memutuskan untuk mengambil cuti kerja selama dua hari. Terdengar suaranya yang lemah dan batuk-batuk kecil yang menyertainya, menggiring pikiranku pada satu kesimpulan tentang penyakit yang diderita mama Riska. Tuberkulosis, begitulah pikirku saat itu. Sungguh aku terlalu cepat memutuskan mama Riska terjangkiti kuman Mycobakterium Tuberkulosis . Hal ini semakin memperjelas betapa paranoidnya aku. Pengetahuan yang cukup tidak membuat rasa khawatirku berkurang, justru aku semakin waspada terhadap penyakit satu ini. ...

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

House For Sale

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah singkat karya A.S. Laksana. Karyanya dimuat di salah satu surat kabar harian nasional yang terbit dari Surabaya. Dengan tajuk Dijual : Rumah Dua Lantai Beserta Kenangan di Dalamnya, bercerita tentang sepasang suami isteri yang sedang berada di ambang batas perceraian. Masalah-masalah yang sekiranya dianggap sepele oleh salah satu dari pasangan di dalam cerita ternyata bagi yang lain itu menjadi timbunan-timbunan konflik berkepanjangan. Dan pada akhirnya memaksa keduanya untuk segera mengambil keputusan yang tidak mudah. Mungkin seperti itulah yang bisa saya tangkap dari cerita pendek karya saudara A.S Laksana. Tapi tulisan ini tidak ingin membahas tentang cerpen A.S. Lakasana. Membaca cerpen ini seketika mengusik memori saya yang sudah lama terpendam. Ini menyangkut judul lagu yang diangkat oleh cerpenis. Membawa benak saya pada sebuah rumah yang entah seperti apa kini wujudnya. Rumah dalam kenangan saya tidak sama dengan ruma...