Skip to main content

Hi Nyah...Ternyata.....

Hi Nyah...................

Nyonya besar, wah pertama ngbacanya saya takut, kebayang perempuan dengan dandanan menor, omongannya judes, nyelekit, nyakiitin, sikapnya terhadap yang kecil cenderung semena-mena. Seperti nyonya-nyonya besar yang saya tonton di sinetron-sinetron. Berhubung si nyonya lagi ngadain giveaway, jadi sedikit memaksakan diri untuk mampir di rumah gedongnya si nyonya. 

Ketemu secara tidak sengaja di kumpulan emak-emak blogger, belum kenal sama sekali, saya sebagai anak kemaren sore dan si nyonya anak kemaren pagi, biar antar ke dua kubu terjalin keharmonisan, saya memberanikan diri untuksedikit  mengoprek rumah gedongnya. Bukan untuk nyatronin rumah si nyonya besar tapi untuk sedikit mengenal si nyonya. Rada ketar ketir juga ketika memasuki perkarangan rumah si nyonya. :)

Ah, tapi saya mau melihat si nyonya lebih dekat. Avatar si nyonya, sedikit ngurangin rasa cemas saya tentang nyonya yang tidak ramah. Tapi itu belum jaminan kalo si nyonya tidak seperti yang saya bayangkan. Saya lanjutkan langkah saya langsung ke belakang rumah, 2011, si nyonya orangnya puitis ternyata. Hal ini ngbuat saya sedikit rileks untuk melihat rumah si nyonya lebih dekat. Menjelajahi ruang demi ruang rumah si nyonya, melihat foto-foto si nyonya. Ternyata nyonya besar berhijab, memilki senyum yang manis, tutur katanya pun tidak judes seperti yang saya kira. Ah, sangat berbeda dengan yang saya bayangkan. Tak heran jika tuan besar kepicut hatinya dengan nyonya. Diantara mereka hadir seorang nona kecil yang manis melengkapi kehidupan nyonya besar dan tuan besar, sempurna.

Nyonya besar ternyata dirimu tidaklah seperti yang aku bayangkan.

Nyonya besar ternyata dirimu jago bahasa inggrisnya, ajarin donk.

Ah nyonya besar, ternyata mengenalmu sangat menyenangkan... :)



Comments

  1. Anonymous1:43 pm

    Hii...nyonya besar datang *dadah dadah ala miss universe kemudian kesandung*
    mbaa..aku baik hati lho..tidak sombong, rajin menabung dan suka menolong *dilempar botol*
    bagian pinter bahasa linggisnya ituuh pitnah banget! ga terima sayah :)))

    makasih ya mbaa sudah ikutan GAku :*

    ReplyDelete
  2. wah..nyonya besar datang...*menunduk hormat #ngarep GA-nya lolos hehe

    tp bhs linggis nynya jauh lebih baik dari saya.. :)

    sama2 nyah..sudah sudi mampir di gubuk saya ini :D

    ReplyDelete
  3. Si Nyonya besar yg gak besar2 amat itu memang g spt yg sy bayangin jg mbak...kirain kemana2 pkai kacamata besar plus tas besar rambut gaya anak sekarang perhiasan kerempongan...ternyata eeeh ternyata si Nyonya pandai berhumor dan ramah pisan...sukses dg GA-nya ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha kita sama-sama tertipu dengan image dan namanya mbak...

      iya mbak, makasih ^_^

      *ups, di atas ada si doi...hihi

      Delete
  4. Oooh ternyata .....
    *Saya belum ngubek2 blg si Nyonyah* :)
    Sukses yaa GAnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo diubek-ubek blognya si nyonyah mbak ^_^

      Delete
  5. Sukses Mba Helni ya. Jadi tahu info lain tentang si Nyonyah. Hihihi.. :)

    ReplyDelete
  6. Avatarnya lutju yaaaak...Nyonyah besar yang baaaek

    ReplyDelete
  7. sama2 anak KEB ya, mak? salam kenal ya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Obat TB Gratis, Berobat Yuk

Ketakutan itu masih sering menghantui hari-hariku. Selama Tuberkulosis masih menjadi momok bagi dunia kesehatan, sepertinya susah untuk pura-pura mengatakan aku  rapopo  . Kemudahan penularan dari penyakit akibat kuman Mycobacteriun Tuberculosis salah satu sebabnya.  Beberapa hari yang lalu, bayang-bayang ketakutan itu kembali menghantuiku. Sebut saja mama Riska, beliau adalah pekerja paruh waktu di rumahku. Karena kondisi kesehatan yang menurun, beliau memutuskan untuk mengambil cuti kerja selama dua hari. Terdengar suaranya yang lemah dan batuk-batuk kecil yang menyertainya, menggiring pikiranku pada satu kesimpulan tentang penyakit yang diderita mama Riska. Tuberkulosis, begitulah pikirku saat itu. Sungguh aku terlalu cepat memutuskan mama Riska terjangkiti kuman Mycobakterium Tuberkulosis . Hal ini semakin memperjelas betapa paranoidnya aku. Pengetahuan yang cukup tidak membuat rasa khawatirku berkurang, justru aku semakin waspada terhadap penyakit satu ini. ...

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

House For Sale

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah singkat karya A.S. Laksana. Karyanya dimuat di salah satu surat kabar harian nasional yang terbit dari Surabaya. Dengan tajuk Dijual : Rumah Dua Lantai Beserta Kenangan di Dalamnya, bercerita tentang sepasang suami isteri yang sedang berada di ambang batas perceraian. Masalah-masalah yang sekiranya dianggap sepele oleh salah satu dari pasangan di dalam cerita ternyata bagi yang lain itu menjadi timbunan-timbunan konflik berkepanjangan. Dan pada akhirnya memaksa keduanya untuk segera mengambil keputusan yang tidak mudah. Mungkin seperti itulah yang bisa saya tangkap dari cerita pendek karya saudara A.S Laksana. Tapi tulisan ini tidak ingin membahas tentang cerpen A.S. Lakasana. Membaca cerpen ini seketika mengusik memori saya yang sudah lama terpendam. Ini menyangkut judul lagu yang diangkat oleh cerpenis. Membawa benak saya pada sebuah rumah yang entah seperti apa kini wujudnya. Rumah dalam kenangan saya tidak sama dengan ruma...