Skip to main content

Jakarta UKM Fair dan Mega Bazar Otomotif



gb. dari jakarta.go.id

Mulanya saya tidak tahu bila acara yang diadakan di Terminal Terpadu Pulogebang ini adalah salah satu bentuk promosi dalam memberdayakan usaha kecil menengah yang berada di Jakarta. Selain itu, pameran yang berlangsung dari tanggal 15 Maret s/d 23 Maret 2014 ini dijadikan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mensosialisasikan keberadaan Terminal Terpadu Pulogebang. Saya sempat berpikir apakah akan ada alih fungsi terhadap terminal yang seharusnya menjadi kebanggaan warga jakarta khususnya warga yang berdekatan dengan lokasi terminal terpadu. Tidak sedikit anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Terminal Terpadu Pulogebang, belum lagi waktu yang cukup terbilang lama dalam pembangunannya. Nampaknya waktu masih kurang bagi pemerintah untuk mempersembahakan sebuah terminal yang katanya akan menjadi terminal termegah di Asia Tenggara. Terlepas dari itu seharusnya melalui acara ini pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah selama ini. Sayangnya ajang promosi ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin, ini terbukti dengan masih adanya warga yang tidak mengetahui ajang promosi tersebut.

Dua hari yang lalu kawan saya memberi kabar mengenai Jakarta UKM Fair dan Mega Bazar Otomotif, sekedar memberi info bahwa ada bazar yang bisa saya manfaatkan untuk kepentingan bisnis. Mendengarnya otak bisnis saya langsung berkerja donk, mulailah saya merencanakan untuk mengunjungi bazar yang dimaksud. Bertanya ke tetangga sebelah rumah tentang hal ini, mereka justru tidak mengetahui bila ada bazar di terminal terpadu. Masih penasaran saya larikan pertanyaan ke beberapa tetangga, ternyata jawaban yang saya terima pun sama. Saya pikir ini hanya bazar biasa, tidak ada yang istimewa. Terminal terpadu, bazar seperti apa yang diadakan di area seluas itu. Pertanyaan masih bergelayut di pikiran saya. Kesempatan untuk mengunjungi bazar itu pun belum ada.

Pukul lima sore hari ini, sedikit memaksakan diri, saya ajak ke dua buah hati saya menuju Terminal Terpadu Pulogebang. Sepi, bertanya saya kepada penjual makanan yang berjualan tepat di depan terminal terpadu. Ada beberapa gerobak makanan yang mangkal di situ. Terminal terpadu belum lagi dioperasikan, sudah ada penjual makanan yang beroperasi lebih dulu di depannya. Terbayang sudah ketika terminal ini mulai beroperasi, pasti akan ramai sekali. Lalu lintas yang ramah semoga tidak semakin pelik dijumpai oleh warga Pulogebang.

Berbekal jawaban dari si penjual, saya bawa motor saya memasuki area parkir terminal terpadu, terlihat beberapa orang petugas keamanan di area parkir motor. Motor yang terpakirkan pun tidak terlalu ramai. Memasuki gedung pameran, terdapat beberapa stand usaha kecil menengah yang ikut meramaikan Jakarta UKM Fair. Bazar terbagi dalam beberapa lantai, salah satu yang menarik perhatian saya adalah adanya motor modifikasi bergambar Gubernur DKI Joko Widodo yang berada di lantai teratas. Pada acara pembukaan Jakarta Fair UKM dan Mega Bazar, Walikota Jakarta Timur , Krisdianto, sempat mencoba sepeda motor hasil modifikasi bergambar Joko Widodo ini. Wah pasti tidak ada hubungannya dengan musim kampanye saat ini donk, pikir saya. :)

Bazar yang sepi, hanya terdengar suara penyanyi wanita yang meramaikan pameran, beberapa ibu-ibu tua justru hanyut dalam alunan lagu si penyanyi, bergoyang mengikuti irama yang mengiringi si penyanyi, semakin memperjelas pameran ini sepi pengunjung. Ah, sangat disayangkan bila moment seperti ini dilewatkan begitu saja oleh penyelenggara Jakarta UKM Fair. Acara unggulan di pameran ini adalah Mega Bazar Otomotif, begitulah kata ketua panitia Jakarta UKM Fair, Hakim Al Hadi yang disampaikannya kepada Tribunnews. Mungkin dengan adanya motor modifikasi bergambar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diharapkan menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.


gb. dari tribunnews.com

Bazar yang sepi, saya pun memutuskan untuk meninggalkan bazar lebih cepat dari waktu yang direncanakan. Dikatakan Jakarta UKM Fair tidak diekspose, ya tidak juga, nyatanya setelah mencari di mesin pencari ada beberapa artikel yang saya temui menyangkut Jakarta UKM Fair. Salah satunya Tribunnews yang saya jadikan sebagai acuan dalam menulis tentang Jakarta UKM Fair. Mungkin saya dan sebagian orang-orang di lingkungan rumah saya saja yang ketinggalan informasi. Dan bagi kamu yang baru tahu dengan membaca tulisan ini, Jakarta UKM Fair masih berlangsung hingga 23 maret nanti. Segera kunjungi Jakart UKM Fair, dan lihat langsung kondisi Terminal Terpadu Pulogebang dari dalam. Selain itu ada juga acara-acara yang bisa diikuti oleh buah hati tercinta loh. Salah satunya lomba mewarnai yang akan diadakan pada hari minggu nanti. Ayo, kunjungi Jakarta UKM Fair kawan . :)

Comments

Popular posts from this blog

Obat TB Gratis, Berobat Yuk

Ketakutan itu masih sering menghantui hari-hariku. Selama Tuberkulosis masih menjadi momok bagi dunia kesehatan, sepertinya susah untuk pura-pura mengatakan aku  rapopo  . Kemudahan penularan dari penyakit akibat kuman Mycobacteriun Tuberculosis salah satu sebabnya.  Beberapa hari yang lalu, bayang-bayang ketakutan itu kembali menghantuiku. Sebut saja mama Riska, beliau adalah pekerja paruh waktu di rumahku. Karena kondisi kesehatan yang menurun, beliau memutuskan untuk mengambil cuti kerja selama dua hari. Terdengar suaranya yang lemah dan batuk-batuk kecil yang menyertainya, menggiring pikiranku pada satu kesimpulan tentang penyakit yang diderita mama Riska. Tuberkulosis, begitulah pikirku saat itu. Sungguh aku terlalu cepat memutuskan mama Riska terjangkiti kuman Mycobakterium Tuberkulosis . Hal ini semakin memperjelas betapa paranoidnya aku. Pengetahuan yang cukup tidak membuat rasa khawatirku berkurang, justru aku semakin waspada terhadap penyakit satu ini. ...

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

House For Sale

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah singkat karya A.S. Laksana. Karyanya dimuat di salah satu surat kabar harian nasional yang terbit dari Surabaya. Dengan tajuk Dijual : Rumah Dua Lantai Beserta Kenangan di Dalamnya, bercerita tentang sepasang suami isteri yang sedang berada di ambang batas perceraian. Masalah-masalah yang sekiranya dianggap sepele oleh salah satu dari pasangan di dalam cerita ternyata bagi yang lain itu menjadi timbunan-timbunan konflik berkepanjangan. Dan pada akhirnya memaksa keduanya untuk segera mengambil keputusan yang tidak mudah. Mungkin seperti itulah yang bisa saya tangkap dari cerita pendek karya saudara A.S Laksana. Tapi tulisan ini tidak ingin membahas tentang cerpen A.S. Lakasana. Membaca cerpen ini seketika mengusik memori saya yang sudah lama terpendam. Ini menyangkut judul lagu yang diangkat oleh cerpenis. Membawa benak saya pada sebuah rumah yang entah seperti apa kini wujudnya. Rumah dalam kenangan saya tidak sama dengan ruma...