Skip to main content

Yay...Ada Pohon di Dinding Kamar Kami

Sebenarnya keinginan untuk memiliki sticker wall udah cukup lama diutarakan oleh si sulung. Hanya saja baru kesampaian pada hari minggu kemaren. Jadilah tempel menempel sticker menjadi kegiatan liburnya. Dan kebetulan lagi pada hari itu panasnya matahari cukup menyengat, untung ada sticker wall, bukan promosi tapi cukup menyelamatkan kami khususnya ortunya donk. hehe.. Liburan yang murah meriah tapi cukup menyenangkanlah.

Ada bapaknya anak-anak yang mengatur segala sesuatunya agar tercipta suasana yang kondusif selama prosesi penempelan sticker, neva "si sulung" dan adel "si bungsu". Sementaranya ibunya berfungsi sebagai juru foto dadakan, mendokumentasikan kebersamaan yang jarang-jarang bisa rukun aman damai dan tentram. :D

Sticker wall kali ini berbebtuk sebuah pohon yang dikelilingi hewan-hewan kecil yang lucu seperti burung, kupu-kupu, tupai, kepik, pohon yang rame. 

Coba kita liat beberapa photo yang berhasil diabadikan oleh sang ibu. Setelah mencoba dari berbagai sudut pengambilan, ternyata foto-foto inilah yang cukup layak untuk dilihat... hehe


neva dan pohon dengan satu helai daun dan setangkai bunga

"bapak adek mau tempel bagian atas", inilah salah satu alasan si ibu untuk tidak ambil bagian. "ibu curang" begitulah si kecil protes ketika melihat ibunya hanya mengamati dari tempat tidur mereka.. hihi

Weits tampaknya kedua sahabat ini sedang sibuk merencanakan sesuatu, hm..rasanya pengen juga dipeluk dengan tangan mungil itu. Dan hei, neva apa yang kamu lakukan di belakang sana?

Kali ini kucing dan tikus sedang berdamai, untuk sementara tidak ada teriakan, masing-masing sibuk dengan sticker yang ingin ditempel. Ah, ini waktu yang paling menyenangkan buat si ibu. :)

Gendong lagi pak, biar perut itu bisa sedikit mengecil. Jadi kalo giliran kita "bermain" nanti, "permainan" jadi mengasikkan dan tidak cepat lelah kawan .. haha...

Yay inilah pohon kami. Rame khan...

Semoga kamu bisa bertahan lama, kalo tidak sepertinya akan ada sticker-sticker lain sebagai pengganti.

Liburan kali ini cukup berjalan dengan baik, tidak direncanakan tapi hasilnya memuaskan. Tanpa keluar rumah, tanpa keluar fulus, tanpa teriakan. Mantap .

Comments

  1. Anonymous2:08 pm

    Waaaa, kompaknya adek kakak :D
    Lucu banget pohonnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi kompak itu mak. hehe.. iya, pohonnya lucu... ^_^

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Obat TB Gratis, Berobat Yuk

Ketakutan itu masih sering menghantui hari-hariku. Selama Tuberkulosis masih menjadi momok bagi dunia kesehatan, sepertinya susah untuk pura-pura mengatakan aku  rapopo  . Kemudahan penularan dari penyakit akibat kuman Mycobacteriun Tuberculosis salah satu sebabnya.  Beberapa hari yang lalu, bayang-bayang ketakutan itu kembali menghantuiku. Sebut saja mama Riska, beliau adalah pekerja paruh waktu di rumahku. Karena kondisi kesehatan yang menurun, beliau memutuskan untuk mengambil cuti kerja selama dua hari. Terdengar suaranya yang lemah dan batuk-batuk kecil yang menyertainya, menggiring pikiranku pada satu kesimpulan tentang penyakit yang diderita mama Riska. Tuberkulosis, begitulah pikirku saat itu. Sungguh aku terlalu cepat memutuskan mama Riska terjangkiti kuman Mycobakterium Tuberkulosis . Hal ini semakin memperjelas betapa paranoidnya aku. Pengetahuan yang cukup tidak membuat rasa khawatirku berkurang, justru aku semakin waspada terhadap penyakit satu ini. ...

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

House For Sale

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah singkat karya A.S. Laksana. Karyanya dimuat di salah satu surat kabar harian nasional yang terbit dari Surabaya. Dengan tajuk Dijual : Rumah Dua Lantai Beserta Kenangan di Dalamnya, bercerita tentang sepasang suami isteri yang sedang berada di ambang batas perceraian. Masalah-masalah yang sekiranya dianggap sepele oleh salah satu dari pasangan di dalam cerita ternyata bagi yang lain itu menjadi timbunan-timbunan konflik berkepanjangan. Dan pada akhirnya memaksa keduanya untuk segera mengambil keputusan yang tidak mudah. Mungkin seperti itulah yang bisa saya tangkap dari cerita pendek karya saudara A.S Laksana. Tapi tulisan ini tidak ingin membahas tentang cerpen A.S. Lakasana. Membaca cerpen ini seketika mengusik memori saya yang sudah lama terpendam. Ini menyangkut judul lagu yang diangkat oleh cerpenis. Membawa benak saya pada sebuah rumah yang entah seperti apa kini wujudnya. Rumah dalam kenangan saya tidak sama dengan ruma...