Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Giveaway

Potret Anak-Anak Jalanan dalam Kisah Daun di Atas Bantal

sumber gb : https://id.wikipedia.org/wiki/Daun_di_Atas_Bantal Sebuah hari di sebuah masa dan di sebuah kota penuh kenangan. Saat itu usiaku masih belia, 17 tahun pun belum genap. Hidupku penuh warna. Semua tampak baik-baik saja. Kehidupanku baik-baik saja. Lingkungan tempat tinggalku baik-baik saja. Pergaulanku baik-baik saja. Dari mana pun kumelihat kondisi kami saat itu, semua tampak baik-baik saja. Memang, aku terpisah jauh dari kedua orang tua. Namun itu pun untuk tujuan mulia. Menuntut ilmu di tanah Jawa. Ya, bersama dua orang kakak perempuanku kami dikirim ke Jawa agar nanti ketika kami dewasa menjadi orang yang berguna. Belajar adalah tugas utama. Hari-hariku tak lepas dari perjalanan rumah dan sekolah. Hingga tibalah di sebuah malam, Ketika otak penat dengan rutinitas sebagai seorang pelajar. Menonton film di bioskop menjadi cara kami menghibur diri dari kejenuhan. Saat itu bioskop cukup ramai. "Daun di Atas Bantal," film ini yang akan kami tont...

Ruang Tunggu

Kamis, 24 April 2014, aku mengalami kecelakan tunggal. Karena kecerobohan diri sendiri, mengambil celah tanpa mengurangi kecepatan motor. Naas bagiku, roda motor menghantam trotoar dan membuat aku terpental lalu tersungkur di jalanan beraspal. Lututku bengkak, seharian aku habiskan waktu dengan berbaring. Selama itu pun ku menanti kepulangan suamiku dari tempat kerjanya. Berharap rasa sakit ini sedikit berkurang dengan kehadirannya di sampingku. Aku masih terbaring ketika suara motor suamiku memasuki pekarangan rumah kami. Sakit yang kurasakan membuat aku tidak menyambut kedatangan sang kekasih. Tentu saja itu tidak masalah bagi dia. Terdengar langkah kakinya yang sedikit terburu-buru. Tak lama, aku pun melihat wajah khawatir itu. Bertanya dia akan kondisiku, wajah lelah tidak mengurangi rasa cemas yang melanda dirinya. Dibalik senyumnya terlihat rasa sesal akan kejadian naas yang menimpaku. Penat setelah seharian berjibaku dengan rutinitas kantor, membuat tubuh gedut itu pun ikut...

Aku Ikhlas Hidup Bersamamu

Diana, ya, sebut saja perempuan itu Diana. Dia sudah menikah dua kali. Pada pernikahan pertama, kehidupan rumah tangganya tidak berjalan harmonis. Keributan demi keributan sering terjadi. Tidak hanya adu mulut saja, kekerasan fisikpun kerap diterimanya. Wanita idaman lain sebagai salah satu sebab dari pertengkaran mereka. Cinta, dia bertahan karena mencintai kekasih belahan jiwa. Begitu besarkah cintanya sehingga dia sanggup menerima semua cobaan itu.  "Sepuluh tahun aku berumah tanggga dengan Roy, dan selama itu kekerasan fisik kerap aku terima," segurat luka diwajahnya yang cantik tertangkap jelas olehku. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar dalam membina rumah tangga. Dalam kurun waktu tersebut, kebahagiaan bukannya tak mampir. Keceriaan di rumah tangganya sempat dirasakan walau sebentar. Yaitu ketika seorang bayi laki-laki hadir di kehidupan mereka. Usia bayi yang terlalu singkat membuat euforia itu menghilang terlampau cepat. Tergantikan awan mendung yang terus b...

Ini Tentang Semangat Kawan

Kembali mengikuti giveaway-nya pak dhe Cholik. Bila pada kesempatan yang lalu saya terlambat mendaftarkan tulisan saya, semoga kali ini tidak. hehe.. Bicara Kartini, maka yang terlintas adalah seorang perempuan priyayi dengan tulisan-tulisan heroiknya. Keterkukungan sebagai perempuan Jawa tidak menghalanginya untuk memberikan kontribusi dalam mengangkat derajat perempuan Indonesia.  Menyampaikan buah pikirnya melalui tulisan, menjadikan Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita. Begitulah sejarah mencatat tentang tokoh perempuan satu ini.  Lalu menjelang hari lahirnya, 21 April nanti, pak Dhe Cholik mengadakan giveaway yang mengharuskan saya untuk mencari semangat Kartini pada perempuan-perempuan blogger. Bingung, terus terang saya bingung bila harus memilih satu diantara sekian banyak pilihan yang ada di dunia blogger. Masing-masing memiliki passionnya, tidak jarang tulisan-tulisan mereka menginspirasi yang lain. Iya, passion mereka di satu bidang menjadikan inspirasi b...

Hi Nyah...Ternyata.....

Hi Nyah................... Nyonya besar, wah pertama ngbacanya saya takut, kebayang perempuan dengan dandanan menor, omongannya judes, nyelekit, nyakiitin, sikapnya terhadap yang kecil cenderung semena-mena. Seperti nyonya-nyonya besar yang saya tonton di sinetron-sinetron. Berhubung si nyonya lagi ngadain giveaway, jadi sedikit memaksakan diri untuk mampir di rumah gedongnya si nyonya.  Ketemu secara tidak sengaja di kumpulan emak-emak blogger, belum kenal sama sekali, saya sebagai anak kemaren sore dan si nyonya anak kemaren pagi, biar antar ke dua kubu terjalin keharmonisan, saya memberanikan diri untuksedikit  mengoprek rumah gedongnya. Bukan untuk nyatronin rumah si nyonya besar tapi untuk sedikit mengenal si nyonya. Rada ketar ketir juga ketika memasuki perkarangan rumah si nyonya. :) Ah, tapi saya mau melihat si nyonya lebih dekat. Avatar si nyonya, sedikit ngurangin rasa cemas saya tentang nyonya yang tidak ramah. Tapi itu belum jaminan kalo si nyonya tida...

[giveaway] Mendongeng Waktunya Untuk Mengkhayal

Yay...ini adalah giveaway ketiga yang aku ikuti, pertama pakdhe cholik tapi gak kesampaian karena telat daftar keburu kuotanya penuh, gak nyangka peminatnya banyak euy. Kedua giveawanya api kecil dalam sukuran di bulan maretnya. Ketiga  giveawaynya mamah Tira. Semoga berkenan ya mak... masih kepo, menulis pun masih amburadul, tapi mari kita coba menyampaikan apa yang ada di kepala. ^_^ *** Mendongeng bagiku adalah waktunya untuk mengkhayal kepada anak-anak. Meskipun di rumah ada beberapa buku dongeng si kecil, seperti Kancil si Pencuri Timun, Si Kancil Kena Batunya, Beauty and The Beast, Rapunzel, Alice in Wonderland dan sebagainya. Tetapi aku lebih nyaman menceritakannya dengan gayaku sendiri. Cerita bisa berdasarkan dari buku-buku yang aku baca atau hasil dari imajinasiku. Mendongeng memiliki keasikan tersendiri bagiku, mimik yang harus dibuat sedemikian rupa, suara yang harus mengikuti peran tokoh yang sedang aku ceritakan, tatapan, seringai, tertawa yang terbaha...

Dia, Kakak Laki-Laki Ku

Patriot... Terbayang  seseorang yang memiliki keberanian yang luar biasa dalam membela sebuah kebenaran hingga tetes darah penghabisan. Tujuan yang mulia tapi sayang bila harus diwarnai dengan tetesan darah. Mungkin itu berlaku ketika peperangan masih sering terjadi di atas bumi pertiwi ini, ketika menegakkan kebenaran harus mengorbankan beberapa jiwa ksatria. Jadi teringat kunjungan saya ke monumen nasional beberapa waktu yang lalu, bermain sambil belajar, sebisa mungkin seperti itulah yang saya coba terapkan kepada kedua buah hati saya. Mengunjungi monas, melihat kembali diorama sejarah Indonesia. Menelusuri perjalanan sejarah Indonesia mulai dari zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit hingga berakhir pada masa orde baru. Mengenang kembali perjuangan para pahlawan dalam membela tanah air tecinta Indonesia dari tangan para penjajah. Sungguh itulah jiwa patriot yang sebenarnya, berani, pantang menyerah dan rela berkorban.  Maka jiwa mana yang cukup heroik di dalam keh...

Nyampah Tapi Bukan Sumpah Serapah

Kebetulan saya adalah pendatang baru di dunia blogger. Sudah lama mendengar dan berkeinginan untuk ikut berkecimpung di dalamnya. Tapi kesempatan baru menyapa pada akhir tahun kemaren. Khusus hari ini ada satu istilah lagi yang saya ketahui, yaitu tentang GA (giveaway) . Mencoba peruntungan di GAnya pakdhe Cholik dengan topik Blogger Dengan Dua Status. GAnya hanya diadakan di hari ini saja. Mengetahuinya pun sudah hampir dipenghujung hari, tapi tidak salahnya mencoba sebuah pengalaman. Melihat kembali status-status saya di facebook, bergabung pada tahun 2009, dari sekian banyak status sebagian besar adalah hanya sampah. Menelusuri satu demi satu status yang kira-kira sedikit berbobotlah, setidaknya itu menurut saya. Akhirnya ada dua status yang menarik perhatian saya. 1. Maksud hati mau hidup sehat, no fetsin, no msg, no pengawet, no garam,..hambar-hambar dah. eh tempat makannya berformalin. ampun dech coy. 4 juni 2009, merupakan refleksi saya betapa untuk menjalani hidup ...