Skip to main content

Ternyata Tidak Mudah Mencari Sebuah Nama


gambar dari www.simplyhosting.com

Beberapa hari ini aku bingung menentukan nama subdomain blogku. Kebingungan ini tidak ada hubungannya dengan SEO (Search Engine Optimization) atau optimisasi mesin pencari. Bukan berarti SEO tidak diperhitungkan, hanya saja alasan kali ini lebih kepada pantas tidaknya nama yang sudah dipilih untuk disandingkan kepada blog beserta kontent-kontent pendukungnya. Pada umumnya ketika memilih sebuah nama untuk subdomain, harus didasari bahwa nama tersebut bisa mewakili isi dari sebuah website atau blog tersebut. Awalnya aku tidak terlalu mempermasalahkan tentang nama ini. Aku tinggal memikirkan sebuah nama yang mudah diingat dan bisa memberikan gambaran mengenai isi dari blog yang akan kubuat nanti. Sederhana saja dan saat itu SEO memang belum terpikirkan. :)

Awalnya aku menggunakan ibu-pengusaha sebagai nama subdomain blogku. Karena alasanku membuat blog adalah untuk mendukung kinerja bisnis jaringan ku. Jadi yang ada dipikiranku adalah sesuatu yang berbau bisnis, sebelumnya ada beberapa pilihan seperti bisnisrumahan, ibupengusaha, kerjadarirumah dan sebagainya. Tapi semua nama itu sudah tidak bisa digunakan atau tidak tersedia. Jadi aku harus mencari sebuah nama yang masih available. Ternyata mencari sebuah nama tidaklah segampang yang dipikirkan. 

Ibu-pengusaha, seharusnya nama ini sudah tepat sasaran, seorang ibu juga seorang pengusaha, akan sempurna bila nama tersebut tanpa tanda penghubung. Sempat beberapa bulan aku menggunakan ibu-pengusaha sebagai subdomain blogku, namun pada akhirnya harus terbenturkan pada kenyataan bahwa ibu-pengusaha terlalu berat bagiku. Nanti ketika bisnis jaringan ini sudah menghasilkan minimal sebuah perjalanan gratis ke negara yang belum pernah aku singgahi, mungkin ibu-pengusaha layak ku persunting kembali. 

Jeng-elnots, entah kenapa aku memaksakan huruf "s" sebagai akhirnya. Menjadikan pengucapannya sedikit lebih susah. Lalu huruf "s" pun aku singkirkan, menjadi jeng-elnot. Sebenarnya aku ingin menggunakan elnot saja tanpa ada embel-embel jeng di depannya. Sayangnya nama itu sudah terpakai. Aku kira elnot sudah nama yang unik, bahkan sangat unik pikirku, jadi kemungkinan besar aku bisa menggunakan elnot sebagai nama yang akan aku sandingkan dengan blogku. Ternyata perkiraanku salah, elnot belum seunik yang aku bayangkan. :)

Elnot adalah nama panggilan kesayanganku di masa kecil. Nama ini sangat special, karena digunakan pada waktu-waktu tertentu. Nama ini hasil pemberian dari keenam kakak-kakak ku. Nama special untuk orang special. Dan begitu pun ketika aku menggunakannya sebagai nama dari subdomainku. Nama special untuk blog dan pengunjung special. Itu harapanku. Dan akhirnya jeng-elnotlah yang sekarang aku gunakan, salam kenal dari jeng-elnot kawan. ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Kenali Gejalanya, Tuberkulosis Bisa Disembuhkan

Sebagai orang yang awam dalam bidang kesehatan, Tuberkulosis membuat saya selalu khawatir bila berdekatan dengan seseorang yang sedang batuk-batuk. Dulu, sewaktu saya kecil ada salah satu pegawai orang tua saya, kak Ujang, dikabarkan terkena Tuberkulosis. Tapi saya tidak terlalu mengerti saat itu, karena masih anak-anak. Entah sejak kapan tepatnya, kak Ujang sudah tidak berkerja lagi dengan orang tua saya. Sekian lama saya tidak mendengar kabar tentang beliau. Hingga kabar duka itu sampai ke telinga saya ketika saya sudah menjadi seorang ibu. Meninggal karena Tuberkulosis, terbayang kembali badannya yang kurus, gaya hidupnya yang tidak bisa jauh dari rokok. Kak Ujang, beliau yang sering bermain dengan saya kecil, bercanda, tertawa. Ah, meyesal saya tidak sempat berjumpa dengannya sebelum kepergiaan beliau ke alam sana. Saya tidak tahu apakah orang-orang yang disekitar beliau sudah mengambil langkah-langkah kesehatan yang tepat. Mengingat Tuberkulosis ini sudah cukup lama menggrogoti ...

Aku Membutuhkanmu di Sini. Hanya Itu!!

Aku berdiri di tanah lapang. Tubuh-tubuh saling berdesakan. Anak-anak bermain berlarian. Muda mudi asik bercengkrama. Ada yang jalan berpelukan. Ada pula yang lebih memilih duduk berdampingan sembari menikmati petang. Aku diam tak bergerak. Hanya mataku yang liar mencarimu. Di kejauhan tampak sebuah pertunjukan yang menarik banyak orang untuk berkumpul. Kuputuskan mendekat. Mungkin di sana aku akan menemukanmu. Cetar. Cetar. Samar terdengar bunyi cambuk yang dipukul ke udara. Suaranya membahana menarik banyak perhatian. Cetar.  Riuh suara memadati tanah lapang. Tubuh-tubuh tinggi menutupi ku yang berada di barisan belakang. Rapat barisan membuatku kepayahan melihat pertunjukan di depan sana. Tapi aku harus menemukanmu. Saat ini aku begitu membutuhkanmu. Ada yang terasa kosong setelah sekian lama kita berpisah. Sungguh aku memerlukan dirimu. Menemaniku melalui dunia yang sudah tak ramah. Di depan sana aksi terus berlanjut. Aku masih berdiri diam. Mencari celah di anta...