Skip to main content

Tulisan Anak Sulungku Tentang "Pergi ke Ancol"

Cara belajar setiap orang berbeda-beda, ada yang harus serius, ada yang nyantai aja lah. Ini tentang salah satu metode yang sedang saya coba terapkan kepada si kakak. Mencari cara belajar yang dia suka, belajar yang memang dia mau melakukannya secara suka rela, bukan belajar di bawah ancaman atau harus terpaksa dia lakukan. Kalau seperti itu saya akan menyarankan dia untuk tidak perlu  belajar, lupakan saja, lakukan yang lain, bermain atau sesuatu yang bisa membuat dia senang. Karena tidak jarang dari bermain justru dia banyak belajar tentang banyak hal.

Rasanya ketika melihat si kakak dengan berbagai macam kegiatan sekolahnya, sepertinya saya tidak tega bila harus menuntut dia harus membuka buku pelajarannya lagi di rumah. Hanya saja kurikulum pendidikan saat ini membuat para orang tua "sedikit" kewalahan, maka tak jarang para orang tua mengikuti anak-anaknya dengan berbagai macam les tambahan, termasuk saya. Tentunya ini dimaksudkan agar anak dapat bersaing dengan baik di sekolahnya nanti. 

"Roro sudah belajar di sekolah, belajar di les, belajar b.inggris , sekarang belajar lagi di rumah " , begitulah kira-kira protes si kakak. Hal ini membuat saya harus berpikir ulang bila ingin menyuruhnya belajar. Tapi bila harus menggambar, mewarnai, berhitung atau menulis itu bukanlah masalah. Membacalah yang menjadi kendala, bukannya dia tidak bisa membaca, tapi dia malas bila disuruh membaca buku pelajaran. Sekarang bagaimana bisa belajar dengan baik dan benar bila membaca saja sudah enggan dilakukannya. Bingung juga dengan si kakak, akhirnya kemaren saya minta dia untuk melakukan tugas menulis. Menulis tentang apa saja, minimal satu tulisan dia serahkan kepada saya setiap harinya. Kemaren dia menyerahkan tulisannya dan malah minta dibuatkan sebuah blog khusus untuk dia. hadoohh... Kita lihat saja akan seperti apa perkembangannya.


sumber gambar dari mizan.com

Berikut tulisan dari si kakak, tanpa menambah atau mengurangi apa yang dia tulis, berharap suatu saat nanti, ketika dia sudah paham dengan semua ini, dia akan mengerti bahwa kami ingin dia menjadi yang "terbaik" dengan cara yang dia suka. :)

Pergi ke Ancol
by : Nevania Tsaabita Putri

saat hari sabtu aku pergi ke ancol.
di sana ada pertunjukan lumba-lumba dan hewan laut yang lain.
aku menonton pertunjukan lumba-lumba, putri duyung, dan singa laut.
lalu aku sebelum menonton pertunjukan,
aku makan di restoran aku makan nasi goreng.
tapi aku nonton pertunjukan tidak sendiri.
aku bersama sepupuku, jadi di sana seru sekalikan.
oh... iya aku dibelii mainan balon bergambar lumba-lumba.

Comments

Popular posts from this blog

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Keinginanku di Tahun 2016

"Apa yang kamu inginkan di tahun 2016 ini?" tanya bu Lia kepada kawannya. "Aku ingin membeli sebidang tanah. Kamu?"  "Aku ingin menanbah koleksi mobilku." Jawab bu Lia penuh harap. Bu Lia dan bu Rini telah berkawan sejak kecil. Tiap tahun mereka akan menuliskan keinginan-keinginan mereka pada secarik kertas. Lalu kertas tersebut akan dimasukkan ke dalam botol dan dikuburkan pada tempat yang selalu sama. Di halaman belakang rumah bu Lia. *** Lain lagi kisah pasangan suami istri yang baru saja pindah rumah di kampung kami, pak Slamet dan bu Dina. Di tahun baru ini tak banyak yang diinginkan oleh pak Slamet. Resolusinya sederhana saja. Dia ingin berhenti merokok. Dia tidak ingin menuntut lebih banyak kepada dirinya.  Tapi, tidak denga isterinya, bu Dina. Betapa banyak keinginan yang ingin dicapainya di tahun ini. Mobil dan rumah hanya sebagian kecil harapan yang dilangitkan. Sisanya masih panjang di belakang. Operasi payudaralah, permak...

Potret Anak-Anak Jalanan dalam Kisah Daun di Atas Bantal

sumber gb : https://id.wikipedia.org/wiki/Daun_di_Atas_Bantal Sebuah hari di sebuah masa dan di sebuah kota penuh kenangan. Saat itu usiaku masih belia, 17 tahun pun belum genap. Hidupku penuh warna. Semua tampak baik-baik saja. Kehidupanku baik-baik saja. Lingkungan tempat tinggalku baik-baik saja. Pergaulanku baik-baik saja. Dari mana pun kumelihat kondisi kami saat itu, semua tampak baik-baik saja. Memang, aku terpisah jauh dari kedua orang tua. Namun itu pun untuk tujuan mulia. Menuntut ilmu di tanah Jawa. Ya, bersama dua orang kakak perempuanku kami dikirim ke Jawa agar nanti ketika kami dewasa menjadi orang yang berguna. Belajar adalah tugas utama. Hari-hariku tak lepas dari perjalanan rumah dan sekolah. Hingga tibalah di sebuah malam, Ketika otak penat dengan rutinitas sebagai seorang pelajar. Menonton film di bioskop menjadi cara kami menghibur diri dari kejenuhan. Saat itu bioskop cukup ramai. "Daun di Atas Bantal," film ini yang akan kami tont...