Skip to main content

Dufan Sepuluh Tahun Yang Lalu

Bicara tentang Dufan, apa yang akan terlintas dipikiranmu? Berbagai permainannyakah? Atau kisah yang kamu buat bersama seseorang? Atau kedua-duanya?

"maskot dufan" - kera bekantan
Bicara tentang Dufan, maka yang terlintas di pikiranku adalah kenangan pada zaman kuliah dulu. Kala itu betapa menyenangkannya melewati hari bersama kawan-kawan satu kampus dengan ditemani aneka permainan yang ada di Dunia Fantasi . Sudah lebih satu dasawarsa dari masa indah itu, tapi aku masih bisa mengingatnya dengan jelas akan kekonyolan-kekonyolan yang kami buat, begitu pula dengan tawa dan canda yang mengiringinya. Ah, betapa heboh dan menyenangkanya,  masa remaja akhir yang tak akan aku lupa.

Berawal dari tugas mata kuliah Geladi, yaitu semacam ajang pengenalan dunia kerja oleh kampus kepada mahasiswa/i-nya. Memberi kesempatan kepada kami untuk memilih salah satu kota yang telah ditetapkan sebagai tempat diadakannya Geladi. Ketika itu aku memilih ditempatkan di perusahaan telekomunikasi yang berlokasi di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Memilih Jakarta bukan karena perusahaan yang diajak kerja sama oleh pihak kampus, melainkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang ditawarkan kota tersebut. Karena Geladi diadakan pada saat liburan semester genap, pastinya akan ada banyak acara-acara menarik yang bisa kita jumpai di Jakarta. Inilah pertimbanganku memilih kota Jakarta.

Selama masa Geladi berlangsung, aku bersama ketiga temanku mengontrak di sebuah losmen yang bertempat di bilangan Jakarta Pusat. Lokasinya berdekatan dengan tempat Geladi kami, membuat tarif kamar yang ditawarkan pun menjadi lebih tinggi tinimbang losmen-losmen di lokasi yang sedikit lebih jauh dari kantor Geladi.Tapi bila dibagi dengan kami berempat, harga yang harus kami keluarkan menjadi sedikit relevan untuk ukuran kantong mahasiswi seperti kami. Sementara kawan-kawan lain ada yang memilih tinggal bersama sanak keluarga yang berada di sekitaran Jakarta, atau mereka memang memiliki rumah di kota tua ini. 

Geladi memaksa kami untuk berperan layaknya seorang pegawai kantoran sungguhan, untuk itu kami di bina oleh seorang pembimbing yang telah ditunjuk kampus. Berharap para mahasiswa/i Geladi memperoleh gambaran secara jelas tentang dunia kerja. Diantara rutinitas tersebut, tak jarang rasa jenuh sering menghampiri kami. Untuk menghalau segala bosan dan jenuh yang menerpa, aku dan kawan sekamarku selalu berusaha mengisi waktu senggang kami dengan berpergian ke mana saja. Apakah itu ke mol, rumah kawan, atau bahkan menonton pertunjukan teater di TIM. Kaki seolah tak pernah lelah bila harus membawa jiwa muda kami menyicipi berbagai tempat-tempat hiburan yang menarik. Hingga tercetuslah sebuah gagasan untuk beramai-ramai mengunjungi Dunia Fantasi yang terletak di Jakarta Utara. Satu tujuan kami yaitu bersenang-senang.

Berkunjung ke Dufan dengan menggunakan tiket terusan membuat kami kalap. Hampir semua permainan kami lahap. Halilintar, kincir-kincir, kora-kora, arum jeram hingga alap-alap habis kami sikat. Bahkan antrian yang panjang tidak menghalangi kami untuk melakukan permainan favorit berulang-ulang. Seolah kami ingin menunjukkan pada dunia #IniDufanKami, tempat kami bersenang-senang. Mulai dari jejak pertama yang kami cipta di pintu gerbang, hingga jejak-jejak selanjutnya selalu diwarnai keceriaan. Rasanya kesenangan kami tidak akan pernah berakhir, #NeverEndingFun. Sungguh betapa menyenangkannya menghabiskan waktu di Dufan bersama kawan-kawan. Ramai, seru dan tak terlupakan, benar-benar #MemorableMoment

Begitu banyaknya wahana permainan yang kami coba. Diantara wahana-wahana itu, ada lima wahana permainan yang sangat aku suka, cukup memacu adrenalin hingga membuat aku ketagihan untuk mengulang dan mengulangnya lagi , permainan-permainan itu adalah :
1. Kicir - kicir , nama lainnya power surge didatangkan dari Zamperia Italia pada tahun 2002. Kita akan diputar ke berbagai arah, kaki ke atas, kepala ke bawah, atau sebaliknya. Merupakan permainan yang paling aku suka, karenanya aku mengulanginya beberapa kali. :)

" kicir-kicir "
2. Halilintar , beroperasi tahun 1987. Usianya sudah cukup tua tapi masih mampu menarik minat pengunjung untuk ambil antrian. Teriakan-teriakan itu masih terbayang jelas, iya, penumpang akan berteriak sejadi-jadinya bila kereta melewati trek yang melingkar. Kecepatannya mengalahkan gaya grafitasi bumi, keren.

" halilintar "
3. Kora - kora , wahana ini berbentuk kapal besar yang berayun hampir 90 derajat. Ketika berada di puncak ketinggian itulah saatnya detak jantung akan meningkat. Untuk mendapatkan sensasi tersebut disarankan untuk duduk dibagian belakang, karenanya posisi tempat duduk paling belakang sering menjadi rebutan para pengunjung. Bila memiliki masalah dengan jantung, lebih baik jangan mencoba permainan satu ini.

"kora-kora"
4. Arum Jeram , yang di cari di sini adalah basah-basahannya. hehe.. Merasakan bagaimana rasanya bila diterjang arus deras. Tidak perlu teknik khusus untuk menyelesaikan petualangan kecil ini, cukup duduk , gunakan sabuk pengaman dan nikmati aliran airnya.

"arum jeram"
5. Niagara , kereta luncur niagara yang berbentuk balok kayu akan meluncur hingga ketinggian mencapai 30 meter. Setelah itu kereta akan ditumpahkan ke bawah , melesat cepat lalu byurr... Ugh, senangnya . ^_^

"niagara"
Selain itu ada beberapa permainan yang kuanggap sebagai selingan dan untuk lucu-lucuan, diantaranya :
1. Bianglala , berupa kincir raksasa setinggi 33 meter. Naik wahana ini kita bisa melihat pemandangan yang ada di lingkungan komplek Taman Impian Jaya Ancol. Bila yang takut ketinggian, jangan coba-coba ya . :)

"bianglala"
2. Poci - poci , ini yang aku maksud lucu - lucuan . Wahana ini sepertinya lebih ditujukan untuk anak-anak. Wahana yang berbentuk cangkir dengan ukuran besar menjadi lebih menarik bila kami sebagai penumpangnya. :D
3. Alap - alap , wah kalo untuk yang satu ini lucu dan seru. Bentuk keretanya yang menyerupai ulat makin membuat kontras pemandangan antara penumpang seperti kami dengan bentuk imutnya alap-alap. Inilah asiknya mengunjungi Dufan beramai-ramai. Apapun wahananya kami bisa menikmati dengan suka cita.

"alap-alap"

Setelah lelah seharian bermain, duduk beramai-ramai di salah satu sudut taman adalah pilihan kami selanjutnya. Memperhatikan keramaian yang tak pernah sepi, selalu dipenuhi pengunjung. Betapa antusiasnya mereka mencoba berbagai wahana Dunia Fantasi. Ekspresi kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka.

Matahari pun makin condong ke Barat, inilah waktunya bagi kami untuk segera angkat kaki. Meninggalkan komplek Taman Impian Jaya Ancol dengan setumpuk kenangan dalam ingatan, tentang tawa canda kami, tentang permainan-permainan itu, dan tentang keceriaan serta kehebohan kami. Sungguh liburan semester yang sangat menyenangkan.

Sedikit cerita dari masa laluku di atas khusus ku tulis untuk kamu, kenangan tentang #IniDufanKami yang tak pernah lekang oleh waktu. Berbagai kesenangan kami rangkai di setiap sudut wahana yang  ada, #NeverEndingFun ini akan terus kami ingat,  memori ini akan kami simpan rapi di otak, karena kisah kami sangat #MemorableMoment bagiku.

Suatu saat akan ku buat kisah yang lain bersama keluarga kecilku. Bermain berbagai wahana, mendokumentasikannya lalu ku jaga agar tidak tercecer seperti kisahku yang dulu.

Ini kisahku, mana kisah mu kawan? :)

***

Seiring perkembangan zaman, Dunia Fantasi Ancol pun terus berusaha menghadirkan wahana-wahana baru yang layak untuk dikunjungi. Untuk tahun ini Dufan kembali menyajikan inovasi terbarunya berupa sebuah wahana yang akan mengajak pengunjung bernostalgia ke zaman es, Ice Age. Berkerja sama dengan Twentieth Century Fox Film Corporation, Dufan mencoba mengedukasi pengunjung melalui wahan Ice Age tentang perubahan iklim yang sedang mengancam bumi. Edutainment ini bisalah dijadikan sebagai pilihan untuk mengisi waktu libur bersama keluarga. 


Sumber Foto :
- "maskot dufan" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=509412929089426&set=a.151402561557133.30301.122778054419584&type=1&theater
- "kicir-kicir" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=773730719324311&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "halilintar" :https://www.facebook.com/photo.php?fbid=774858325878217&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "kora-kora" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=773292549368128&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "arum jeram" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=754884224542294&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "niagara" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=772661082764608&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "bianglala" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=762673723763344&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater
- "alap-alap" : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=772076392823077&set=a.139950512702338.18641.122778054419584&type=1&theater

Comments

Popular posts from this blog

Obat TB Gratis, Berobat Yuk

Ketakutan itu masih sering menghantui hari-hariku. Selama Tuberkulosis masih menjadi momok bagi dunia kesehatan, sepertinya susah untuk pura-pura mengatakan aku  rapopo  . Kemudahan penularan dari penyakit akibat kuman Mycobacteriun Tuberculosis salah satu sebabnya.  Beberapa hari yang lalu, bayang-bayang ketakutan itu kembali menghantuiku. Sebut saja mama Riska, beliau adalah pekerja paruh waktu di rumahku. Karena kondisi kesehatan yang menurun, beliau memutuskan untuk mengambil cuti kerja selama dua hari. Terdengar suaranya yang lemah dan batuk-batuk kecil yang menyertainya, menggiring pikiranku pada satu kesimpulan tentang penyakit yang diderita mama Riska. Tuberkulosis, begitulah pikirku saat itu. Sungguh aku terlalu cepat memutuskan mama Riska terjangkiti kuman Mycobakterium Tuberkulosis . Hal ini semakin memperjelas betapa paranoidnya aku. Pengetahuan yang cukup tidak membuat rasa khawatirku berkurang, justru aku semakin waspada terhadap penyakit satu ini. ...

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Keinginanku di Tahun 2016

"Apa yang kamu inginkan di tahun 2016 ini?" tanya bu Lia kepada kawannya. "Aku ingin membeli sebidang tanah. Kamu?"  "Aku ingin menanbah koleksi mobilku." Jawab bu Lia penuh harap. Bu Lia dan bu Rini telah berkawan sejak kecil. Tiap tahun mereka akan menuliskan keinginan-keinginan mereka pada secarik kertas. Lalu kertas tersebut akan dimasukkan ke dalam botol dan dikuburkan pada tempat yang selalu sama. Di halaman belakang rumah bu Lia. *** Lain lagi kisah pasangan suami istri yang baru saja pindah rumah di kampung kami, pak Slamet dan bu Dina. Di tahun baru ini tak banyak yang diinginkan oleh pak Slamet. Resolusinya sederhana saja. Dia ingin berhenti merokok. Dia tidak ingin menuntut lebih banyak kepada dirinya.  Tapi, tidak denga isterinya, bu Dina. Betapa banyak keinginan yang ingin dicapainya di tahun ini. Mobil dan rumah hanya sebagian kecil harapan yang dilangitkan. Sisanya masih panjang di belakang. Operasi payudaralah, permak...