Skip to main content

Aku Membutuhkanmu di Sini. Hanya Itu!!

Aku berdiri di tanah lapang. Tubuh-tubuh saling berdesakan. Anak-anak bermain berlarian. Muda mudi asik bercengkrama. Ada yang jalan berpelukan. Ada pula yang lebih memilih duduk berdampingan sembari menikmati petang. Aku diam tak bergerak. Hanya mataku yang liar mencarimu. Di kejauhan tampak sebuah pertunjukan yang menarik banyak orang untuk berkumpul. Kuputuskan mendekat. Mungkin di sana aku akan menemukanmu.

Cetar. Cetar. Samar terdengar bunyi cambuk yang dipukul ke udara. Suaranya membahana menarik banyak perhatian. Cetar. 

Riuh suara memadati tanah lapang. Tubuh-tubuh tinggi menutupi ku yang berada di barisan belakang. Rapat barisan membuatku kepayahan melihat pertunjukan di depan sana. Tapi aku harus menemukanmu. Saat ini aku begitu membutuhkanmu. Ada yang terasa kosong setelah sekian lama kita berpisah. Sungguh aku memerlukan dirimu. Menemaniku melalui dunia yang sudah tak ramah.

Di depan sana aksi terus berlanjut. Aku masih berdiri diam. Mencari celah di antara mereka yang berbaris rapat. Tak ada mata yang berkedip. Semua berpusat pada arah yang sama. Pada mulut-mulut yang mengeluarkan si jago merah. Mungkin, hanya matakulah yang berkeliaran ke sana dan ke mari. Ku pasati satu per satu wajah-wajah di seberang sana. Meski tak mudah tapi aku tak menyerah. Mataku terus mencarimu.

Tidak ada. Kau tidak kutemukan di antara para penonton itu. Kutinggalkan kerumunan yang  masih penasaran terhadap aksi-aksi mengerikan tadi. Kuputuskan berjalan menuju stadhuis. Badut-badut meramaikan dibanyak titik. Lalu pengamen tua dan boneka talinya yang semakin membuat susana kian riuh. Diiringi musik yang menggebrak dengan tarian boneka tali yang menyentak mengundang banyak mata menatap. Sepeda-sepeda ontel menghantar mereka yang tenggelam dalam romantisme Kota Tua. Hari kian gelap, lapangan pun kian sesak. Dan aku terus melangkah dalam diam.

Ramai. Kakiku melangkah tak pasti. Mataku menjelajahi setiap wajah yang kutemui. Namun belum juga kudapati senyum manismu. Ah, betapa aku sangat memerlukanmu. Kini, tidak ada lagi semangat yang menyala seperti dulu. Tidak ada bara yang membuatku terus berkarya. Kepergianmu yang membuatnya redup. Tak bisa kupungkiri batapa aku membutuhkanmu. Apakah kau paham?

Lelah. Sungguh aku lelah mencarimu disetiap sudut area Kota Tua ini. Di antara barisan sepeda ontel yang disewakan kuhentikan langkah penatku. Malam akan tiba. Sebagian sepeda-sepeda sewa sudah dibawa pulang, sebagian masih disewakan. Sejam diberi harga Rp 20.000,-. Cukup murah. Sabtu seperti ini adalah waktu panen bagi mereka yang mengais rejeki di area Kota Tua ini.

Langit semakin pekat, hari semakin sesak. Lautan manusia memadati lapangan. Kupaksa mataku agar tetap mengawasi apa saja yang kutangkap. Kekasih yang tengah bermesraan. Anak kecil menangis. Bapak tua berjalan tergopoh-gopoh. Dan dering sepeda yang mengejutkanku. Laju rodanya mengarah ke tempat aku berdiri mematung. Aku segera waspada terhadap gerak sepeda. Kualihkan tatapanku ke wajah si pengendara. Kamu.

Kau tinggalkan aku begitu saja. Lalu tiba-tiba kau muncul tanpa diduga. Siapa dua wanita cantik yang bersamamu itu? Aku cemburu mereka bersamamu. Namun kau tak acuhkan perubahan sikapku. Kau tarik begitu saja lenganku tanpa memberi sedikit pun penjelasan. Sialnya kakiku mengikuti perintahmu tanpa ada perlawanan. Tanganku diam tanpa mampu menolak. Kau bawa aku memasuki BangiKopitiam Kafe. Lalu sesampainya di dalam kau bungkam aku dengan semangkuk Ipoh Curry Mee. Meski aku masih kesal dengan sikap tak acuhmu. Namun kali ini kau kumaafkan. Karena saat ini aku sangat memerlukanmu untuk ada di sini. Apakah kau paham itu?[*] 

Comments

  1. Itukan anak anakmu mbak....
    Masak iya sampe cemburu hahaha

    ReplyDelete
  2. wah bisa bikin imajinasi kita liar kemana2. hebring ya bikin ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa sich?? hebring?.. hm.... tp thanks :)

      Delete
  3. siapakah bidadari kecil ituuuu?
    sepedanya lucu mba hehe pengen dong di boncengin pake sepeda ontel :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu kedua gadis kecilku.. ajak pacar ke kotu say :)

      Delete
  4. Blogwalking Mbak http://www.zafarsitinjak.blogspot.com salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. salam sukses gan
    ijin share http://ramuantradisionalkita.com/pengobatan-tradisional-kanker-darah/

    ReplyDelete
  6. kata2 nya mantep banget mba.. salam kenal :)

    http://toko-greenworld.com/obat-tradisional-glukoma/

    ReplyDelete
  7. Itu makanannya asing buat aku :p hihi, gak jelas itu apa ya :D kok campur2 gitu sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu klo gak salah makanan dari negeri jiran mbak... iyah isinya rame, rasa kuahnya ya macem namanya..

      Delete
  8. wihh mantap nih kisahnya. Hanyut terlarut dengan ceritanya mbak. Munkin karena gaya bahasanya. Saya suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. sukur dech klo suka , tapi ati2 jangan sampe hanyut ya...bahaya :)

      Delete
  9. Anonymous6:44 pm

    minta brosurnya dwi jaya dooing

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Keinginanku di Tahun 2016

"Apa yang kamu inginkan di tahun 2016 ini?" tanya bu Lia kepada kawannya. "Aku ingin membeli sebidang tanah. Kamu?"  "Aku ingin menanbah koleksi mobilku." Jawab bu Lia penuh harap. Bu Lia dan bu Rini telah berkawan sejak kecil. Tiap tahun mereka akan menuliskan keinginan-keinginan mereka pada secarik kertas. Lalu kertas tersebut akan dimasukkan ke dalam botol dan dikuburkan pada tempat yang selalu sama. Di halaman belakang rumah bu Lia. *** Lain lagi kisah pasangan suami istri yang baru saja pindah rumah di kampung kami, pak Slamet dan bu Dina. Di tahun baru ini tak banyak yang diinginkan oleh pak Slamet. Resolusinya sederhana saja. Dia ingin berhenti merokok. Dia tidak ingin menuntut lebih banyak kepada dirinya.  Tapi, tidak denga isterinya, bu Dina. Betapa banyak keinginan yang ingin dicapainya di tahun ini. Mobil dan rumah hanya sebagian kecil harapan yang dilangitkan. Sisanya masih panjang di belakang. Operasi payudaralah, permak...

Maju Mundur Cantik Lalu Galau Kemudian

Ada Syahrini di sini. :D Setelah dua pekan lamanya saya tidak memposting apa pun di blog sederhana ini. Maka sudah saatnya untuk tulisan kejar tayang. Kejar tayang? Udah macam blogger seleb ajah. Blogger seleb? hoho.. gaklah... aku mah apa atuh. Sekarang Cita Citata yang nongol. hadeuhh.. :) Bukanlah, bukan karena itu. Saya hanya rindu menulis. Saya rindu merangkai kata lalu membentuknya menjadi diksi yang indah. Meski tak mudah menemukan kata yang tepat dan sesuai dengan gagasan yang ada di kepala.  Meski tak ada rumus pasti untuk sebuah diksi. Meski hingga kini saya hanya mampu menciptakan kalimat-kalimat sederhana yang tak begitu indah. Namun, nyatanya saya masih berdiri di sini. Mencoba menghadirkan diksi yang menarik juga unik. Menuliskan kisah-kisah sederhana lalu dibalut oleh diksi yang indah serta menarik. Mungkin saja bisa mengubahnya menjadi kisah yang istimewa. Kisah yang tak terlupakan. Tetapi tidak semua keinginan menulis hanya untuk menciptakan sebuah...