Skip to main content

Selamat Hari Anak Nasional!!

Selamat Hari Anak Nasional!!

Inilah salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap hak-hak anak Indonesia. Yaitu adanya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 pada tanggal 19 Juli 1984. Berarti sudah 31 tahun bangsa ini belajar dan terus berupaya memenuhi hak-hak yang wajib diperoleh oleh anak-anak Indonesia. Dan setelah 31 tahun apakah anak-anak Indonesia telah memperoleh hak-haknya? Bagaimana hak bermain anak-anak Indonesia saat ini? Apakah hak pendidikan mereka sudah terpenuhi? Sudah cukupkah kasih sayang yang mereka terima selama ini? Apakah hak memperoleh perlindungan sudah mereka miliki? Akan banyak pertanyaan yang muncul ketika kita dihadapkan pada realitas yang ada. 

Bangsa ini masih perlu banyak belajar bagaiman caranya mencukupi hak anak-anak Indonesia tanpa perlu berakhir dengan tindakan kekerasan. Karena di negeri ini kita masih kerap menjumpai kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada anak. Beberapa muncul ke permukaan, dan beberapa mungkin masih terpendam dalam kebisuan. Entah akan terbongkar atau hanya jadi kisah memilukan. 

Bila berkaca pada masa lalu, hak-hak anak di negeriku ini tampaknya sering kali terabaikan. Lihat saja kasus terbaru yang cukup menguras energi banyak orang. Yaitu kematian seorang bocah berusia 8 th bernama Engeline. Atau mari kita teropong apa yang terjadi pada tahun yang sama dengan lahirnya Kepres Nomor 44 Tahun 1984. Ya, kisah tragis Arie Hanggara yang pada saat itu pun menjadi sorotan banyak media. Dan diantara dua kasus besar tersebut masih banyak kasus-kasus menyedihkan yang menimpa anak-anak Indonesia. 

Setiap kejadian memilukan yang menampar muka bangsa ini hendaknya bisa menjadi momentum untuk bergerak bersama dalam menghentikan segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi pada anak. Setiap lapisan masyarakat saling bahu membahu melindungi generasi penerus bangsa dari keterpurukan moral. Tetapi hal ini akan menjadi susah bila itu diterapkan di tengah masyarakat yang begitu kental sifat individualisnya. Rasa peduli memang dibutuhkan di sini. 

Latar belakang tindak kekerasan pada anak tidak sama. Namun pada umumnya didasari oleh keadaan ekonomi yang kurang baik. Memiliki kondisi ekonomi yang buruk menjadi alasan kuat untuk memanfaatkan tenaga si buah hati. Jadilah tenaga mereka diperas untuk mengumpulkan rupiah. Eksploitasi anak pun kian merajalela. Anak milik orang tua menjadi tameng bagi sebagian masyarakat untuk bebas melakukan apa saja terhadap sang buah hati. Termasuk tindak kekerasan.

Bergerak bersama, saling bahu membahu bisa jadi solusi dalam mencegah hak-hak anak yang dirampas, Dan mungkin saja mampu meminimalisir tindak kekerasan pada anak. 


Anak-anak adalah pewaris pertiwi. Jaga dan buatlah mereka bahagia. Begitulah Presiden Jokowi mencuitkan harapannya untuk anak-anak Indonesia melalui akun twitter miliknya. 

Begitu pun penulis. Sebagai ibu seorang rumah tangga, penulis pun berharap agar mampu menjadi ibu yang baik. Membentuk anak-anak yang bahagia serta memiliki rasa peduli yang tinggi. Anak-anak yang tidak hanya memikirkan diri pribadi. Tapi buah hati soleha yang berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, jujur, sabar, murah hati, rendah hati, tidak sombong, dan mau berbagi.

Akhir kata, Selamat Hari Anak Nasional. Mari kita jaga dan buat anak-anak Indonesia bahagia.



Comments

  1. selamat hari anak nasional

    ReplyDelete
  2. Selamat hari anak national, semoga anak Indonesia menjadi generasi yg ga lebay kaya sinetron2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin.. moga jadi generasi kreatif, tangguh, mandiri dan tidak cengeng :D

      Delete
  3. selamat hari anak nasional hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Keinginanku di Tahun 2016

"Apa yang kamu inginkan di tahun 2016 ini?" tanya bu Lia kepada kawannya. "Aku ingin membeli sebidang tanah. Kamu?"  "Aku ingin menanbah koleksi mobilku." Jawab bu Lia penuh harap. Bu Lia dan bu Rini telah berkawan sejak kecil. Tiap tahun mereka akan menuliskan keinginan-keinginan mereka pada secarik kertas. Lalu kertas tersebut akan dimasukkan ke dalam botol dan dikuburkan pada tempat yang selalu sama. Di halaman belakang rumah bu Lia. *** Lain lagi kisah pasangan suami istri yang baru saja pindah rumah di kampung kami, pak Slamet dan bu Dina. Di tahun baru ini tak banyak yang diinginkan oleh pak Slamet. Resolusinya sederhana saja. Dia ingin berhenti merokok. Dia tidak ingin menuntut lebih banyak kepada dirinya.  Tapi, tidak denga isterinya, bu Dina. Betapa banyak keinginan yang ingin dicapainya di tahun ini. Mobil dan rumah hanya sebagian kecil harapan yang dilangitkan. Sisanya masih panjang di belakang. Operasi payudaralah, permak...

Maju Mundur Cantik Lalu Galau Kemudian

Ada Syahrini di sini. :D Setelah dua pekan lamanya saya tidak memposting apa pun di blog sederhana ini. Maka sudah saatnya untuk tulisan kejar tayang. Kejar tayang? Udah macam blogger seleb ajah. Blogger seleb? hoho.. gaklah... aku mah apa atuh. Sekarang Cita Citata yang nongol. hadeuhh.. :) Bukanlah, bukan karena itu. Saya hanya rindu menulis. Saya rindu merangkai kata lalu membentuknya menjadi diksi yang indah. Meski tak mudah menemukan kata yang tepat dan sesuai dengan gagasan yang ada di kepala.  Meski tak ada rumus pasti untuk sebuah diksi. Meski hingga kini saya hanya mampu menciptakan kalimat-kalimat sederhana yang tak begitu indah. Namun, nyatanya saya masih berdiri di sini. Mencoba menghadirkan diksi yang menarik juga unik. Menuliskan kisah-kisah sederhana lalu dibalut oleh diksi yang indah serta menarik. Mungkin saja bisa mengubahnya menjadi kisah yang istimewa. Kisah yang tak terlupakan. Tetapi tidak semua keinginan menulis hanya untuk menciptakan sebuah...