Skip to main content

Menjadi Baik itu Tak Gampang

Melakukan hal bodoh dan memalukan
Itu terjadi ketika merasa diri dilecehkan
Seharusnya perlawanan tidak serupa itu
Namun apa daya
Diri ini memang tidak paham untuk berpura-pura

Bukan, bukan fisikku yang menderita
Namun rasanya lebih pilu dari itu

Tak terima diinjak
Sikap pun berubah brutal
Atau memang itulah diri sebenarnya
Entahlah

Sedih
Ketika mengingat batas pertahanan diri
Ternyata
Tak mampu mengatakan bahwa usia telah dewasa

Sikap buruk dilawan dengan yang buruk
Sikap manis dibalas dengan yang lebih manis
Otakku hanya mampu menangkap hal sesederhana itu

Namun satu yang jelas
Setelah kedunguan diperlihatkan
Maka yang tampak
Kita berdiri di sisi yang tak sama

Kini,
Kuhabiskan sikap burukku di sini
Atas rasa yang menyiksa
Biarlah kukembalikan itu kepadamu
Mungkin Tuhan bisa membimbingmu
Mengetahui seperti apa itu

Comments

  1. Bahkan penuh dengan tantangan dan dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melakukannya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Monetisasi Blog Meningkatkan atau Menurunkan Gairah Menulis

Google benarkah ini?? source pic : google Malam ini tidurku tak nyaman. Gerakan-gerakan tak nyenyak si kecillah yang membuatku membuka mata berulang kali. Tubuhku penat. Lelap pun tak kudapat. Kantukku belum usai namun azan subuh telah berkumandang.  Sedikit malas kuberanjak dari tidurku. Tampak tuan-tuan putri masih terbuai mimpi. Kualihkan pandanganku ke gadget  usangku. Seperti biasa jari-jariku menari diantara aplikasi yang terinstal. Kotak suler menjadi akhir lompatanku. Berharap hari ini ada kabar baik yang akan kuterima. Tak perlu menunggu lama, kotak surat elektronikku pun terbuka. Tatapanku pun segera terpaku pada bagian teratas list inbok  ku. Terbersit harap yang selama ini kudambakan namun segera kuenyahkan. Tak mungkin, pikirku. Namun. Google pun Memberi Jawab source pic : google Selamat!! Sampai pada tahap ini saja mukaku sudah merona. Teringat penolakan-penolakan yang kuterima. Dan pengajuan permohonan Google AdSense (GA) ku yang tanpa ...

Keinginanku di Tahun 2016

"Apa yang kamu inginkan di tahun 2016 ini?" tanya bu Lia kepada kawannya. "Aku ingin membeli sebidang tanah. Kamu?"  "Aku ingin menanbah koleksi mobilku." Jawab bu Lia penuh harap. Bu Lia dan bu Rini telah berkawan sejak kecil. Tiap tahun mereka akan menuliskan keinginan-keinginan mereka pada secarik kertas. Lalu kertas tersebut akan dimasukkan ke dalam botol dan dikuburkan pada tempat yang selalu sama. Di halaman belakang rumah bu Lia. *** Lain lagi kisah pasangan suami istri yang baru saja pindah rumah di kampung kami, pak Slamet dan bu Dina. Di tahun baru ini tak banyak yang diinginkan oleh pak Slamet. Resolusinya sederhana saja. Dia ingin berhenti merokok. Dia tidak ingin menuntut lebih banyak kepada dirinya.  Tapi, tidak denga isterinya, bu Dina. Betapa banyak keinginan yang ingin dicapainya di tahun ini. Mobil dan rumah hanya sebagian kecil harapan yang dilangitkan. Sisanya masih panjang di belakang. Operasi payudaralah, permak...

Maju Mundur Cantik Lalu Galau Kemudian

Ada Syahrini di sini. :D Setelah dua pekan lamanya saya tidak memposting apa pun di blog sederhana ini. Maka sudah saatnya untuk tulisan kejar tayang. Kejar tayang? Udah macam blogger seleb ajah. Blogger seleb? hoho.. gaklah... aku mah apa atuh. Sekarang Cita Citata yang nongol. hadeuhh.. :) Bukanlah, bukan karena itu. Saya hanya rindu menulis. Saya rindu merangkai kata lalu membentuknya menjadi diksi yang indah. Meski tak mudah menemukan kata yang tepat dan sesuai dengan gagasan yang ada di kepala.  Meski tak ada rumus pasti untuk sebuah diksi. Meski hingga kini saya hanya mampu menciptakan kalimat-kalimat sederhana yang tak begitu indah. Namun, nyatanya saya masih berdiri di sini. Mencoba menghadirkan diksi yang menarik juga unik. Menuliskan kisah-kisah sederhana lalu dibalut oleh diksi yang indah serta menarik. Mungkin saja bisa mengubahnya menjadi kisah yang istimewa. Kisah yang tak terlupakan. Tetapi tidak semua keinginan menulis hanya untuk menciptakan sebuah...